Pahlawan Tak Sengaja
Pada zaman dahulu kala, pada sebuah desa ada sebuah keluarga yang
sangat kaya raya. Dimana disini hanya hidup seorang ayah dengan seorang
putrinya. Karena sang ayah sudah tua, dia berniat untuk mencarikan
pendamping yang kelak mampu membimbing anaknya ini dan mampu menjaga
kekayaanya.
Sang Ayah pun berniat membuat sebuah sayembara. Semua pembantu yang
ada dirumahnya dikerahkan untuk menempelkan sebuah pengumuman sayembara
itu diseluruh sudut desa tersebut.
Pada hari yang telah ditentukan, semua warga desa berkumpul di arena
lapang yang telah disiapkan untuk para pemuda yang mengikuti sayembara
tersebut. Semua berkumpul, mulai dari yang berbadan kekar sampai yang
hanya kelihatan tulang pun ikut didalamnya. Si ayah itu kemudian
memberikan sambutan.
“ Hadirin, para warga dan khususnya semua pemuda yang ada didepan
saya, yang akan mengikuti sayembara ini. Tantangannya adalah siapa yang
mampu melewati kolam yang ada disamping rumah saya ini dengan selamat,
maka akan saya nikahkan dengan anak saya dan semua harta warisan ini
menjadi miliknya”
Setelah mendengarkan sambutan tersebut, para pemuda itu diajak untuk
melihat kolam yang ada disamping rumah itu. Saat itu para pengawal
melemparkan beberapa hewan seperti ayam, kambing kedalam kolam tersebut,
seketika itu juga habis semuanya dilahap oleh binatang yang sangat buas
bernama buaya.
Para warga dan pemuda yang hadir saat itu, menjadi ketakutan dan
merasa tidak percaya bahwa para pemuda mampu melewati kolam tersebut
dengan selamat. Namun, sebelum melakukan sayembara, para pemuda yang ada
diajak untuk bersantai dan makan-makan terlebih dahulu dirumah orang
kaya tersebut.
Betapa mengagetkannya, saat ditengah bersantai, tiba-tiba suara yang
ada dikolam membuat semua mata memandang dan tertuju kesana. Ternyata
ada seorang pemuda yang masuk ke dalam kolam tersebut, dan mampu
melewati arena kolam itu dengan selamat tanpa suatu cacat apapun.
Seketika itu juga dipanggillah si pemuda tersebut menghadap si orang
kaya. Namun, anehnya saat ditanya, pemuda ini menjawab dengan tegas
bahwa dia tidak menginginkan semua tawaran yang diberikan.
“ Karena kamu sudah berhasil melewati kolam tersbeut, silahkan kau
bawa anakku ini, dan tinggalah disini untuk mengurusi semuanya!” Ujar
sang ayah
“ Saya tidak mau Pak” jawab pemuda itu dengan nada yang sangat tegas
“ Kenapa tidak mau?”
Pemuda itu hanya diam dan menggelengkan kepala saat ditanya.
“ Aku hanya ingin tahu siapa yang menceburkan aku kedalam kolam itu”
Mungkin, inilah terkadang tanpa kita sadari sering terjadi dalam
kehidupan kita. Saat kita telah disempitkan dan berada pada suatu posisi
yang sangat terjepit, maka semua potensi dan kemampuan akan dikerahkan
untuk melawan kesempitan itu. Maka, perlu kita banyak-banyak menyempitan
waktu dan kehidupan kita, agar mampu dikerahkan semua potensi yang ada
dalam diri kita dengan baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar