Senin, 19 Agustus 2013

Pahlawan Tak Sengaja


Pahlawan Tak Sengaja
        Pada zaman dahulu kala, pada sebuah desa ada sebuah keluarga yang sangat kaya raya. Dimana disini hanya hidup seorang ayah dengan seorang putrinya. Karena sang ayah sudah tua, dia berniat untuk mencarikan pendamping yang kelak mampu membimbing anaknya ini dan mampu menjaga kekayaanya.
        Sang Ayah pun berniat membuat sebuah sayembara. Semua pembantu yang ada dirumahnya dikerahkan untuk menempelkan sebuah pengumuman sayembara itu diseluruh sudut desa tersebut.
Pada hari yang telah ditentukan, semua warga desa berkumpul di arena lapang yang telah disiapkan untuk para pemuda yang mengikuti sayembara tersebut. Semua berkumpul, mulai dari yang berbadan kekar sampai yang hanya kelihatan tulang pun ikut didalamnya. Si ayah itu kemudian memberikan sambutan.

 
        “ Hadirin, para warga dan khususnya semua pemuda yang ada didepan saya, yang akan mengikuti sayembara ini. Tantangannya adalah siapa yang mampu melewati kolam yang ada disamping rumah saya ini dengan selamat, maka akan saya nikahkan dengan anak saya dan semua harta warisan ini menjadi miliknya”
        Setelah mendengarkan sambutan tersebut, para pemuda itu diajak untuk melihat kolam yang ada disamping rumah itu. Saat itu para pengawal melemparkan beberapa hewan seperti ayam, kambing kedalam kolam tersebut, seketika itu juga habis semuanya dilahap oleh binatang yang sangat buas bernama buaya.
        Para warga dan pemuda yang hadir saat itu, menjadi ketakutan dan merasa tidak percaya bahwa para pemuda mampu melewati kolam tersebut dengan selamat. Namun, sebelum melakukan sayembara, para pemuda yang ada diajak untuk bersantai dan makan-makan terlebih dahulu dirumah orang kaya tersebut.
        Betapa mengagetkannya, saat ditengah bersantai, tiba-tiba suara yang ada dikolam membuat semua mata memandang dan tertuju kesana. Ternyata ada seorang pemuda yang masuk ke dalam kolam tersebut, dan mampu melewati arena kolam itu dengan selamat tanpa suatu cacat apapun.
Seketika itu juga dipanggillah si pemuda tersebut menghadap si orang kaya. Namun, anehnya saat ditanya, pemuda ini menjawab dengan tegas bahwa dia tidak menginginkan semua tawaran yang diberikan.
        “ Karena kamu sudah berhasil melewati kolam tersbeut, silahkan kau bawa anakku ini, dan tinggalah disini untuk mengurusi semuanya!” Ujar sang ayah
“ Saya tidak mau Pak” jawab pemuda itu dengan nada yang sangat tegas
“ Kenapa tidak mau?”
       Pemuda itu hanya diam dan menggelengkan kepala saat ditanya.
       “ Aku hanya ingin tahu siapa yang menceburkan aku kedalam kolam itu”
Mungkin, inilah terkadang tanpa kita sadari sering terjadi dalam kehidupan kita. Saat kita telah disempitkan dan berada pada suatu posisi yang sangat terjepit, maka semua potensi dan kemampuan akan dikerahkan untuk melawan kesempitan itu. Maka, perlu kita banyak-banyak menyempitan waktu dan kehidupan kita, agar mampu dikerahkan semua potensi yang ada dalam diri kita dengan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar