Selasa, 20 Agustus 2013

MATA KERANJANG

MATA KERANJANG
Oleh: Hendra Cappri
          Suatu ketika, ada seorang lelaki yang bernama Satria. Saat itu dia ingin pergi ke suatu tempat wisata yang sangat terkenal sekali didaerahnya. Karena sepeda motornya dibawa oleh temannya kekampus, dia pun akhirnya naik angkot.
          Berjalanlah Satria ke terminal yang jarak tempuhnya kurang lebih 10 menitan dari tempat kosnya. Sampai di terminal dia langsung menemukan angkot yang tujuannya ke tempat wisata yang akan dia tuju. Tidak lama dia naik. Baru berjalan sekitar sepuluh meteran dari terminal. Tiba-tiba ada penumpang baru yang naik.

 
          Saat itu Satria tengah duduk tepat dibelakang sopir angkot tersebut. Kemudian, naiklah seorang perempuan cantik yang dengan pakaian serba minim. Perempuan tersebut duduk dibangku yang berada didepannya Satria. Sungguh, lelaki manapun akan begitu terpesona dengan penampilan si perempuan ini.
          Keberadaan wanita tersebut mengharuskan Satria menatapnya dengan lekat-lekat perempuan tersebut tanpa sedikitpun terlewatkan, mulai dari ujung rambut sampai ujung kakinya. Karena merasa risih dengan Satria yang melotot memandanginya, tiba-tiba perempuan tersebut bilang kepada Satria “ Dasar ya Mas, mata keranjang, tidak bisa melihat wanita sedikit saja, langsung jelalatan matanya!” Siapapun memdemgar kata-kata tersebut sebagai laki-laki akan merasakan hal yang sama seperti Satria, apalagi itu dikatakan depan orang banyak yang berada diangkot. Terlihat jelas memerah wajahnya karena merasa telah dipermalukan didepan banyak orang. Dengan begitu Satria tidak ingin kalah dengan perempuan tersebut, dia pun bilang kepada perempuan tersebut “ Heh, Mbak, bukan saya yang mata keranjang , tapi, Mbak sendiri yang minta dikeranjangi”. Maka, wanita tersebut menjadi tersipu malu, dan semua yang ada diangkot ikut tersenyum dan tertawa kecil mendengar ucapan Satria.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar