MATA
KERANJANG
Oleh: Hendra Cappri
Suatu ketika, ada seorang lelaki yang
bernama Satria. Saat itu dia ingin pergi ke suatu tempat wisata yang sangat
terkenal sekali didaerahnya. Karena sepeda motornya dibawa oleh temannya
kekampus, dia pun akhirnya naik angkot.
Berjalanlah Satria ke terminal yang
jarak tempuhnya kurang lebih 10 menitan dari tempat kosnya. Sampai di terminal
dia langsung menemukan angkot yang tujuannya ke tempat wisata yang akan dia
tuju. Tidak lama dia naik. Baru berjalan sekitar sepuluh meteran dari terminal.
Tiba-tiba ada penumpang baru yang naik.
Saat itu Satria tengah duduk tepat
dibelakang sopir angkot tersebut. Kemudian, naiklah seorang perempuan cantik
yang dengan pakaian serba minim. Perempuan tersebut duduk dibangku yang berada
didepannya Satria. Sungguh, lelaki manapun akan begitu terpesona dengan
penampilan si perempuan ini.
Keberadaan wanita tersebut
mengharuskan Satria menatapnya dengan lekat-lekat perempuan tersebut tanpa
sedikitpun terlewatkan, mulai dari ujung rambut sampai ujung kakinya. Karena
merasa risih dengan Satria yang melotot memandanginya, tiba-tiba perempuan
tersebut bilang kepada Satria “ Dasar ya Mas, mata keranjang, tidak bisa melihat
wanita sedikit saja, langsung jelalatan matanya!” Siapapun memdemgar kata-kata
tersebut sebagai laki-laki akan merasakan hal yang sama seperti Satria, apalagi
itu dikatakan depan orang banyak yang berada diangkot. Terlihat jelas memerah
wajahnya karena merasa telah dipermalukan didepan banyak orang. Dengan begitu
Satria tidak ingin kalah dengan perempuan tersebut, dia pun bilang kepada
perempuan tersebut “ Heh, Mbak, bukan saya yang mata keranjang , tapi, Mbak
sendiri yang minta dikeranjangi”. Maka, wanita tersebut menjadi tersipu malu,
dan semua yang ada diangkot ikut tersenyum dan tertawa kecil mendengar ucapan
Satria.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar